Lama juga ternyata kami absen dari situs blog ini. Kesibukan banyak banget sih, mau tak mau MP harus ditempatkan di prioritas ke sekian.
Tapi dipikir-pikir, sekalian untuk schock therapy aja kali ya. Menjauhkan diri secara drastis dari sesuatu, agar kita tidak merasa kehilangan yang teramat sangat ketika lepas darinya.
Jangan-jangan, pernah terbetik di benak kita akan posting yang belum di-reply di dalam sholat kita? Na'udzubillah min dzaalik...
Monday, December 17, 2007
Monday, June 25, 2007
Meeting at SMP KPS Balikpapan
| Start: | Jun 26, '07 10:00a |
| End: | Jun 26, '07 12:45p |
| Location: | SMP KPS, Lap. Merdeka, Balikpapan |
Friday, June 15, 2007
Belajar dari keluarga Mutammimul Ula
Slide power point ini bertutur tentang keluarga Pak Tamim (begitu beliau biasa disapa), seorang anggota DPR RI dari PKS. Melihat begitu banyak prestasi beliau dan istri dalam mendidik anak, jadi sediih rasanya. Dengan kesibukan yang masih belum seberapa dibanding Pak Tamim, sepertinya kami koq masih belum bisa mengarahkan anak-anak secara maksimal menuju fitrah keislamannya.
Maafkanlah kami ya Allah, dan ringankanlah langkah kami dalam mendidik anak-anak kami...
Wednesday, May 30, 2007
Mati Listrik di Samarinda-Balikpapan-Kukar
Ba'da maghrib, terpaksa SENKAI (Sentra Kegiatan Anak Islam) di langgar dekat rumah kami liburkan. Mati lampu sih, kasihan anak-anak kalau dipaksa beraktivitas hanya bermodal emergency lamp.
Menginjak jam sembilan malam, listrik masih belum nyala. Kami sekeluarga bertahan di rumah Eyang karena di situ ada genset. Kalau pulang ke rumah berarti hanya diterangi lilin, plus hawa panasnya itu lho yang bikin Hilmi-Hanif-Hisyam susah tidur. Jadilah malam itu kami bermalam di tempat Eyang supaya anak-anak bisa tidur dengan kipas angin.
Hmm, sudah jam dua belas koq belum nyala ya? Eyang Kakung mulai kesal nih. Apalagi setelah lihat ke luar rumah ternyata di daerah Pupuk dan PDAM sudah menyala lampunya. Akhirnya Eyang Kung sambar motor.
"Ke mana Pak?" tanya Bunda.
"Mau ke PLN," jawab Eyang Kung singkat.
Sepulang dari PLN Eyang masih jutek, tidak ada jawaban memuaskan. Hanya permintaan maaf yang diterima. Alasannya, ada gangguan karena di hulu Mahakam sedang banjir. Karena genset sudah menyala cukup lama, akhirnya terpaksa dimatikan. Kalau tetap dibiarkan menyala pasti overheat dan rusak. Jadilah Ayah Bunda ngipasin Hilmi-Hanif-Hisyam sambil terkantuk-kantuk. Alhamdulillah sekitar jam 2 pagi listrik akhirnya menyala.
Pagi-pagi di kantor Ayah semua pembicaraan berkisar pada masalah listrik. Ada rumah teman Ayah yang bahkan hingga berangkat kerja belum menyala juga. Berita di koran, ternyata ada gangguan sistem interkoneksi Mahakam. Banyak wilayah di Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara (Kukar) yang mati listrik hingga 12 jam atau lebih.
Cita-cita Ayah sih, kalau sudah ada rizqi untuk renov rumah sekaligus pasang solar cell alias panel listrik tenaga surya. Ramah lingkungan, dan bisa 100% lepas dari PLN. Tentu kalau pasangnya buanyak
Tapi sementara belum pasang, ya terpaksa menggantungkan diri dengan PLN deh. Gimana nih Om Adho, koq listrik Balikpapan mati terus?
NB. Khasnya orang PLN, kalau ada yang protes tentang listrik pasti akan bilang "Jangankan rumah situ, rumah saya aja juga mati listrik!"
Tuesday, May 29, 2007
Belajar Gratis di Massachusets Institute of Technology (MIT)
http://ocw.mit.edu/index.html
MIT membuka OpenCourse Ware ini agar semua warga dunia bisa memperoleh akses ilmu dari MIT. Saya sendiri memanfaatkan OCW untuk memperoleh memperkaya ilmu arsitektur, tapi di OCW kita bisa melihat bahan perkuliahan dari banyak jurusan lain juga. Bahan kuliah berbentuk pdf, ukurannya berkisar 20-100MB.
MIT membuka OpenCourse Ware ini agar semua warga dunia bisa memperoleh akses ilmu dari MIT. Saya sendiri memanfaatkan OCW untuk memperoleh memperkaya ilmu arsitektur, tapi di OCW kita bisa melihat bahan perkuliahan dari banyak jurusan lain juga. Bahan kuliah berbentuk pdf, ukurannya berkisar 20-100MB.
Kumpulan Situs Sekolah Alam
http://sekolahalam.blogspot.com
Berawal dari gagasan Lendo Novo dkk, Sekolah Alam yang tadinya hanya di Ciganjur berkembang. Tidak hanya dari grupnya Pak Lendo, banyak juga pihak lain yang menyelenggarakan sekolah berbasis alam. Beberapa situs di bawah ini dibuat oleh Mbak Vera (http://verawahyudi.multiply.com). Berikut kumpulan linknya.
1. Sekolah Alam Ciganjur
http://www.sekolahalam.org/
http://sekolahalam.blogspot.com/
http://saciganjur.blogspot.com/
http://cerita-ciganjur.blogspot.com/
http://www.tekabebintang.blogspot.com/
Klub Robotik Sekolah Alam Ciganjur: http://crsa.multiply.com/journal
2. Sekolah Lanjutan (SMP) Alam, Ciganjur/Rawa Kopi
http://sl-sa.blogspot.com/
3. Sekolah Alam Bandung
http://www.sekolahalambandung.com/
4. Sekolah Alam Insan Mulia, Surabaya
http://www.insanmulia-sby.sch.id/
5. Sekolah Citra Alam, Ciganjur
http://www.citraalam.org/
6. Sekolah Peradaban
http://sekolahperadaban.com/
7. Berita tentang "sekolah alam" Kandang Doank milik Dik Doank
http://tunascendekia.org/wordpress/archives/95
8. Sekolah Alam Bojong Kulur, Jatiasih
http://sabkbogor.multiply.com/
9. Sekolah Alam Natur Islam
http://www.oursani.com
10. Sekolah Alam Cikeas
http://www.sacikeas.com
http://www.yayasanpuricikeas.org/galeri/aktifitas_sekolah_alam_cikeas/index.html
11. Sekolah Alam Ar-Ridho, Semarang
http://sekolahalamarridho.wordpress.com/
Berawal dari gagasan Lendo Novo dkk, Sekolah Alam yang tadinya hanya di Ciganjur berkembang. Tidak hanya dari grupnya Pak Lendo, banyak juga pihak lain yang menyelenggarakan sekolah berbasis alam. Beberapa situs di bawah ini dibuat oleh Mbak Vera (http://verawahyudi.multiply.com). Berikut kumpulan linknya.
1. Sekolah Alam Ciganjur
http://www.sekolahalam.org/
http://sekolahalam.blogspot.com/
http://saciganjur.blogspot.com/
http://cerita-ciganjur.blogspot.com/
http://www.tekabebintang.blogspot.com/
Klub Robotik Sekolah Alam Ciganjur: http://crsa.multiply.com/journal
2. Sekolah Lanjutan (SMP) Alam, Ciganjur/Rawa Kopi
http://sl-sa.blogspot.com/
3. Sekolah Alam Bandung
http://www.sekolahalambandung.com/
4. Sekolah Alam Insan Mulia, Surabaya
http://www.insanmulia-sby.sch.id/
5. Sekolah Citra Alam, Ciganjur
http://www.citraalam.org/
6. Sekolah Peradaban
http://sekolahperadaban.com/
7. Berita tentang "sekolah alam" Kandang Doank milik Dik Doank
http://tunascendekia.org/wordpress/archives/95
8. Sekolah Alam Bojong Kulur, Jatiasih
http://sabkbogor.multiply.com/
9. Sekolah Alam Natur Islam
http://www.oursani.com
10. Sekolah Alam Cikeas
http://www.sacikeas.com
http://www.yayasanpuricikeas.org/galeri/aktifitas_sekolah_alam_cikeas/index.html
11. Sekolah Alam Ar-Ridho, Semarang
http://sekolahalamarridho.wordpress.com/
Tuesday, December 19, 2006
Memaknai Hidup dengan Kerja
Siapakah di antara kita yang bukan pekerja? Apabila Anda menolak disebut sebagai seorang pekerja (mungkin karena memiliki perusahaan sendiri), maka lihatlah kolom "pekerjaan" di KTP Anda. Ya, setiap kita adalah pekerja.
Para nabi pun adalah pekerja. Selain sebagai pekerja dakwah yang mengharapkan imbalan dari Allah semata, mereka masing-masing memiliki pekerjaan sebagai wahana menghidupi keluarga. Kebanyakan dari para nabi pernah bekerja sebagai penggembala ternak, ada pula yang bekerja sebagai pedagang. Bahkan Nabi Daud yang nabi sekaligus raja pun bekerja dengan kedua tangannya. Keahlian beliau adalah sebagai pandai besi.
Mengapa kita bekerja? Hanyakah semata untuk menghidupi anak-istri kita?
Rasulullah saw bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah yang bermanfaat bagi manusia lain."
Kesempatan lain Beliau bersabda, "Ada dosa yang tidak dapat ditebus kecuali dengan cucuran keringat seorang hamba Allah dalam mencari nafkah."
Masihkah kita mengecilkan pekerjaan kita? Sesuai sabda Rasulullah tadi, paling tidak kita niatkan bahwa dengan bekerja, kita termasuk manusia yang baik, yang masih dapat bermanfaat bagi manusia lain. Atau bahkan, kita niatkan setiap kerja kita menafkahi keluarga sebagai wahana penebus dosa-dosa kita. Rasulullah merahasiakan dosa yang dimaksud, namun bolehlah kita berharap bahwa dengan bekerja dosa yang kita lakukan diampuni oleh Allah swt.
Satu yang selalu saya ingat, dalam kelelahan dan jemu saat bekerja adalah ucapan si sulung Hilmi, ketika usianya tak lebih dari 3 tahun. Saat itu, ketika saya dan istri hendak berangkat kerja ia menyahut.
"Bunda mau ke mana? Mau kerja ya?" celoteh Hilmi pagi itu.
"Iya Mas, Bunda mau kerja dulu. Insya Allah nanti sore kita main lagi," sahut istriku.
"Bunda kerja mau cari ridho Allah?"
Langkahku terhenti sejenak, sambil menatapnya dengan mata berkaca aku menyahut,
"Iya Mas, insya Allah Bunda akan mencari ridho Allah."
"Ayah juga? Ayah kerja? Cari ridho Allah?" tanyanya lagi.
"Iya, insya Allah," jawabku sambil memeluknya. Erat.
Subscribe to:
Posts (Atom)