Wednesday, April 22, 2015

Tujuh macam persahabatan

7 MACAM PERSAHABATAN, TAPI HANYA 1 TERSISA SAMPAI AKHIRAT

1. “Ta’aruffan” , adalah persahabatan yang terjalin karena pernah berkenalan secara kebetulan, seperti pernah bertemu di kereta api, halte, rumah sakit, kantor pos, ATM, bioskop dan lainnya.

2. “Taariiihan”, adalah persahabatan yang terjalin karena faktor sejarah, misalnya teman sekampung, satu almamater, pernah kost bersama, diklat bersama dan sebagainya.

3. “Ahammiyyatan”, adalah persahabatan yang terjalin karena faktor kepentingan tertentu, seperti bisnis, politik, boleh jadi juga karena ada maunya dan sebagainya.

4. “Faarihan”, adalah persahabatan yang terjalin karena faktor hobbi, seperti teman futsal, badminton, berburu, memancing, dan sebagainya.

5. “Amalan”, adalah persahabatan yang terjalin karena satu profesi, misalnya sama-sama dokter, guru, dan sebagainya.

6. “Aduwwan”, adalah seolah sahabat tetapi musuh, di depan seolah baik tetapi sebenarnya hatinya penuh benci, menunggu, mengincar kejatuhan sahabatnya, “Bila engkau memperoleh nikmat, ia benci, bila engkau tertimpa musibah, ia senang” (QS 3:120).
Rasulullah mengajarkan doa, “Allahumma ya Allah selamatkanlah hamba dari sahabat yang bila melihat kebaikanku ia sembunyikan, tetapi bila melihat keburukanku ia sebarkan.”

7. “Hubban Iimaanan”, adalah sebuah ikatan persahabat yang lahir batin, tulus saling cinta dan sayang karena ALLAH, saling menolong, menasehati, menutupi aib sahabatnya, memberi hadiah, bahkan diam-diam dipenghujung malam, ia do'akan sahabatnya.
Boleh jadi ia tidak bertemu tetapi ia cinta sahabatnya karena Allah Ta’ala.

Dari ke 7 macam persahabatan diatas, 1 – 6 akan sirna di Akhirat, yang tersisa hanya ikatan persahabatan yang ke 7, yaitu persahabatan yang dilakukan karena Allah (QS 49:10),
“Teman2 akrab pada hari itu (Qiyamat) menjadi musuh bagi yang lain, kecuali persahabatan karena Ketaqwaan” (QS 43:67).
Selalu saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran.
Barakallahu Fikum

Monday, April 13, 2015

Properti Riba

PROPERTY HARAM

Dikutip bebas oleh: Muhammad Rosyidi Aziz

Anda kagum pada orang yang punya rumah mewah..?
Anda takjub pada orang yang punya kantor megah..?
Jangan buru-buru kagum, terkesima, kesengsem atau takjub. Kenapa..?

Pesan Rasulullah :
"Janganlah kalian takjub kepada seseorang yang memperoleh harta dari cara yang haram.."
(HR. Thabrani)

Mari kita hitung..!

Jika rumah yang dianggap mewah itu seharga Rp. 1 Milyar (padahal saat ini rumah 1 milyar sudah bukan kategori mewah lagi, apalagi ruko)

Maka, berikut adalah itung-itungannya jika seseorang memperolehnya via KPR perbankan ribawi.
Jumlah utang pokok = Rp. 1.000.000.000
Tingkat suku bunga = 13%
Lama pinjaman = 15 tahun

Maka,
Angsuran per bulan (pakai rumus) = Rp. 12.652.422,-
Total selama 180 bulan atau 15 tahun = Rp. 2.277.435.000,-
Artinya total bunga ribanya saja sebesar Rp 1.277.435.000,-

Mari kita hitung besar dosanya..!
Rasulullah bersabda, "Satu dirham harta riba lebih besar dosanya daripada berzina 36x dengan pelacur.."

Jika 1 dirham hari ini adalah Rp. 70.000,
maka : Rp. 1.277.435.000 : Rp. 70.000 = 18.249 dirham
Jika 1 dirham riba = 36x zina, maka : 18.249 dirham x 36 zina = 656.966 zina.

Jika 15 tahun itu ada 5.475 hari, maka : 656.966 zina : 5475 hari = 119 zina per hari.

✔"Berapa..?"
✔"119x berzina setiap hari..!"
✔"Apa..?"
✔"119x berzina setiap hari..!"
✔"Dengan siapa..?"
✔"Dengan ibumu..!"
✔"Ngapain..?"
✔"Berzina..!"
✔ #istighfar

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), orang yang menyerahkan riba (nasabah), pencatat riba (sekretaris) dan dua orang saksinya.” Beliau mengatakan, “Mereka semua itu sama.”
(HR. Muslim no. 1598)

“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.”
(HR. Ahmad)
dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih mengatakan bahwa hadits ini shahih)
.
“Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya.”
(HR. Al Hakim dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih dilihat dari jalur lainnya)

From : Group WA Kajian Sunnah Ikhwan

ﺃﺳﻌﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻳﺎﻣﻜﻢ

Semoga Allah Ta'alaa menjadikan hari harimu penuh dgn kebahagiaan

Doa bagi Handphone

DOA BAGI MEREKA YANG ADA HANDPHONE

■■Ya ALLAH ampunilah dosa-dosa kami yang mempunyai HP kerana:

●Kami lebih banyak mengisi kredit daripada bersedekah.

●Kami lebih banyak pegang HP daripada pegang tasbih.

● Kami lebih banyak lihat hp dari lihat wajah ibu bapa suami isteri dan anak-anak.

●Kami lebih banyak baca sms daripada baca Al Quran

●Kami lebih sering menelefon daripada bertemu Sillaturrahmi.

■■Ya ALLAH ampunilah kami yang serba kekurangan dan yang selalu lalai ini..dan semoga HP yang kami miliki ini dapat digunakan sebagai IBADAH untuk lebih taqarrub kepada Mu Ya ALLAH. Amin....

Kata guru: >>Jika handphone mu itu menyebabkan kamu LALAI hingga orang azan kamu masih dengannya hingga TIDAK MEMPEDULIKAN SERUAN itu...

●Hingga ia menjadi permainan saat berada di majlis ilmu di hadapan guru mu...

●Hingga kamu tergamak melewatkan solat mu kerananya...

●Hingga zikir mu berkurang dengan adanya ia...

●Hingga al-Quran tidak lagi kamu pandang dan baca kerana kamu asyik dengannya...

●Kerana ia telah menjadi   satu alat untuk MENJAUHKAN kamu dari Tuhan mu...

●Kerana ia telah menjadi satu alat supaya kamu lalai dari Tuhan mu...

●Kerana ia adalah alat yang digunakan syaitan untuk menghancurkan penghambaan mu...

>>Realitinya begitulah..lepas solat selesai salam, TANGAN terus raba cari hp, padahal tak ada perkara penting pun. Zikir diabaikan..astaghfirullah..

Ya Allah ! Biarlah dengan hp canggih-canggih menambah ketaatan kepada Allah, bukan mengheret kita lalai kepadaNya....

kekawan semua renung-renungkan dan selamat beramal....

Subhanallah Ya Allah... ampunilah dosa-dosa ku...

Keajaiban Istighfar

KEAJAIBAN ISTIGFAR

Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar As-Syinqity pernah mengatakan:
Tidaklah hati seorang hamba selalu beristigfar melainkan akan disucikan.
Bila ia lemah, maka akan dikuatkan
Bila ia sakit, maka akan disembuhkan
Bila ia diuji, maka akan diangkat ujian itu darinya.
Bila ia kalut, maka akan diberi petunjuk.
Dan bila ia galau, maka akan diberi ketenangan.

Sepeninggal Rasulullah, Istigfar merupakan satu-satunya benteng aman yang tersisa untuk kita (dari adzab Allah) 

”Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”(QS.al-Anfal: 33). 

Ibnu katsir -rahimahullah - berkata :
Barangsiapa yang menghiasi dirinya dengan amalan ini, yaitu memperbanyak istigfar, maka Allah akan mempermudah rezekinya, memudahkan urusannya dan menjaga kekuatan jiwa dan raganya.
Maka apa lagi yang kau tunggu...?
(Perbanyaklah istigfar....)

Ibnul Qayyim - rahimahullah - mengatakan, " Bila engkau ingin berdo'a, sementara waktu yang kau miliki begitu sempit, padahal dadamu dipenuhi oleh begitu banyak keinginan, maka jadikan seluruh isi do'amu istigfar, agar Allah memaafkanmu. Karena bila Dia memaafkanmu, maka semua keperluanmu akan dipenuhi oleh-Nya tanpa engkau memintanya. 

Ya Allah.. Sesungguhnya engkau Maha pemaaf, mencintai kemaafan, maka ampunilah kami.

اَسْتَغْفِرُ اللهَ اْلعَظِيْمَ

(Sumber: Islamic Center Bin Baz)

Ada yang Salah

☆ ADA YANG SALAH...☆

Doeloe... orang tua kita berangkat bekerja setelah matahari terbit dan sudah kembali ke rumah sebelum matahari terbenam.
Walaupun memiliki anak yang banyak.....rumah dan halaman pun tetap luas, bahkan tidak sedikit ada yang memiliki kebun...dan semua anak-anaknya bersekolah....

Sekarang....banyak yang berangkat kerja subuh dan sampai rumah setelah isya, tapi rumah dan tanah yang dimiliki tidak seluas rumah orang tua kita, dan bahkan banyak yang takut memiliki anak banyak karena takut kekurangan....

"Dan sungguh akan اَللّهُ berikan cobaan kepada manusia dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta...."
(Al Baqoroh (2) AYAT 155)

Ada yang salah dengan cara hidup orang modern....

Orangtua kita hidup tanpa banyak alat bantu....tapi tenang menjalani hidupnya...
Sementara kita yang dilengkapi dengan pampers, mesin cuci, kompor gas, HP, kendaraan, TV, email, FB, Twitter, , ipad, ruangan ber AC dll..harusnya mempermudah hidup ini....tapi ternyata tidak, sampai2 tidak sempat kita menikmati hidup karena semuanya dilakukan terburu-buru...

...berangkat kerja, TERBURU-BURU...
...pulang kerja, juga TERBURU-BURU...
...makan siang, TERBURU-BURU...
...dilampu merah, TERBURU-BURU...
...berdo'a pun, TERBURU-BURU...
...bahkan sholatpun, TERBURU-BURU...

sifat diatas bukti dari Al-Qur'an surat Al Isra' (17) ayat 11
" Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa"

Hanya mati........yang tidak seorangpun mau TERBURU-BURU....

Saking takutnya akan kurangnya harta untuk keluarga sampai-sampai kita HITUNGAN dalam BERSEDEKAH, sementara اَللّهُ tidak pernah hitungan dalam memberi rizki kepada kita.

"Setan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh berbuat kikir...."
(Al Baqoroh (2) AYAT 268)

Bahkan saking lebih takutnya kita kehilangan pekerjaan hingga berani melewatkan sholat subuh, sholat maghrib dsb..
Sampai dimanakah hidup kita pada hari ini.....???

--- semoga bermanfa'at --

 Oleh Ust. Ahmad Zainuddin حفظه الله تعالى

----

Marbot Masjid

(Kisah nyata dari Masjid di Puncak, Bogor)
‎
Ada dua sahabat yg terpisah cukup lama; Ahmad dan Zaenal. Ahmad ini pintar sekali. Cerdas. Tapi dikisahkan kurang beruntung secara ekonomi. Sedangkan Zaenal adalah sahabat yg biasa2 saja. Namun keadaan orang tuanya mendukung karir dan masa depan Zaenal.

Setelah terpisah cukup lama, keduanya bertemu. Bertemu di tempat yg istimewa; di koridor wudhu, koridor toilet sebuah masjid megah dg arsitektur yg cantik, yg memiliki view pegunungan dg kebun teh yg terhampar hijau di bawahnya. Sungguh indah mempesona.‎

Adalah Zaenal, sudah menjelma menjadi seorang manager kelas menengah. Necis. Perlente. Tapi tetap menjaga kesalehannya.

Ia punya kebiasaan. Setiap keluar kota, ia sempatkan singgah di masjid di kota yg ia singgahi. Untuk memperbaharui wudhu, dan sujud syukur. Syukur-syukur masih dapat waktu yg diperbolehkan shalat sunnah, maka ia shalat sunnah juga sebagai tambahan.

Seperti biasa, ia tiba di Puncak Pas, Bogor. Ia mencari masjid. Ia pinggirkan mobilnya, dan bergegas masuk ke masjid yg ia temukan.

Di sanalah ia menemukan Ahmad. Cukup terperangah Zaenal ini. Ia tahu sahabatnya ini meski berasal dari keluarga tak punya, tapi pintarnya minta ampun.

Zaenal tidak menyangka bila berpuluh tahun kemudian ia menemukan Ahmad sebagai merbot masjid..!‎

“Maaf,” katanya menegor sang merbot. “Kamu Ahmad kan? Ahmad kawan SMP saya dulu?”.

Yang ditegor tidak kalah mengenali. 
Lalu keduanya berpelukan. 
“Keren sekali Kamu ya Mas… Manteb…”. Zaenal terlihat masih dlm keadaan memakai dasi. Lengan yg digulungnya untuk persiapan wudhu, menyebabkan jam bermerknya terlihat oleh Ahmad. “Ah, biasa saja…”.

Zaenal menaruh iba. Ahmad dilihatnya sdg memegang kain pel. Khas merbot sekali. Celana digulung, dan peci
8 didongakkan sehingga jidatnya yg lebar  terlhat jelas.

“Mad… Ini kartu nama saya…”.

Ahmad melihat. “Manager Area…”. Wuah, bener2 keren."‎

“Mad, nanti habis saya shalat, kita ngobrol ya. Maaf, kalau kamua berminat, di kantor saya ada pekerjaan yg lebih baik dari sekedar merbot di masjid ini. Maaf…”.

Ahmad tersenyum. Ia mengangguk. “Terima kasih ya… Nanti kita ngobrol. Selesaikan saja dulu shalatnya. Saya pun menyelesaikan pekerjaan bersih2 dulu… Silahkan ya. Yang nyaman”.

Sambil wudhu, Zaenal tidak habis pikir. Mengapa Ahmad yg pintar, kemudian harus terlempar dari kehidupan normal. Ya, meskipun tidak ada yg salah dg  pekerjaan sebagai merbot, tapi merbot… ah, pikirannya tidak mampu membenarkan. 
Zaenal menyesalkan kondisi negerinya ini yg tidak berpihak kepada orang2 yg sebenernya memiliki talenta dan kecerdasan, namun miskin.

 Air wudhu membasahi wajahnya…

Sekali lagi Zaenal melewati Ahmad yg sedang bebersih. Andai saja Ahmad mengerjakan pekerjaannya ini di perkantoran, maka sebutannya bukan merbot. Melainkan “office boy”.
‎
Tanpa sadar, ada yg shalat di belakang Zaenal. Sama2 shalat sunnah agaknya. 
Ya, Zaenal sudah shalat fardhu di masjid sebelumnya. 
Zaenal sempat melirik. “Barangkali ini kawannya Ahmad…”, gumamnya.
 Zaenal menyelesaikan doanya secara singkat. Ia ingin segera bicara dg Ahmad.

“Pak,” tiba2 anak muda yg shalat di belakangnya menegur.

“Iya Mas..?”

 “Pak, Bapak kenal emangnya sama bapak Insinyur Haji Ahmad…?”

 “Insinyur Haji Ahmad…?”

 “Ya, insinyur Haji Ahmad…”

 “Insinyur Haji Ahmad yang mana…?”

 “Itu, yg barusan ngobrol sama Bapak…”

 “Oh… Ahmad… Iya. Kenal. Kawan saya dulu di SMP. Emangnya udah haji dia?”

 “Dari dulu udah haji Pak. Dari sebelum beliau bangun ini masjid…”.

Kalimat itu begitu datar. Tapi cukup menampar hatinya Zaenal… Dari dulu sudah haji… Dari sebelum beliau bangun masjid ini…

Anak muda ini kemudian menambahkan, “Beliau orang hebat Pak. Tawadhu’. Saya lah yg merbot asli masjid ini. Saya karyawannya beliau. Beliau yg bangun masjid ini Pak. Di atas tanah wakafnya sendiri. Beliau bangun sendiri masjid indah ini, sebagai masjid transit mereka yg mau shalat. Bapak lihat mall megah di bawah sana? Juga hotel indah di seberangnya? … Itu semua milik beliau... Tapi beliau lebih suka menghabiskan waktunya di sini. Bahkan salah satu kesukaannya, aneh. Yaitu senangnya menggantikan posisi saya. Karena suara saya bagus, kadang saya disuruh mengaji saja dan azan…”.
‎
Wuah, entahlah apa yg ada di hati dan di pikiran Zaenal…‎

*****‎
‎Bagaimana menurut kita ?

Jika Ahmad itu adalah kita, mungkin begitu ketemu kawan lama yg sedang melihat kita membersihkan toilet, segera kita beritahu posisi kita siapa yg sebenernya. 

Dan jika kemudian kawan lama kita ini menyangka kita merbot masjid,  maka kita akan menyangkal dan kemudian menjelaskan secara detail begini dan begitu. Sehingga tahulah kawan kita bahwa kita inilah pewakaf dan yg membangun masjid ini.

Tapi kita bukan Haji Ahmad. Dan Haji Ahmad bukannya kita. Ia selamat dari rusaknya nilai amal, sebab ia cool saja. Tenang saja. Adem. Haji Ahmad merasa tidak perlu menjelaskan apa2. Dan kemudian Allah yg memberitahu siapa dia sebenarnya...‎

"Al mukhlishu, man yaktumu hasanaatihi kamaa yaktumu sayyi-aatihi" 
(Org yg ikhlas itu adl org yg menyembunyikan kebaikan2nya, spt iav menyembunyikan keburukan2nya)

(Ya'qub rahimaHullah, dlm kitab Tazkiyatun Nafs)‎

Sunday, April 12, 2015

Sebuah Senyum

Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari milis alumni Jerman, atau warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di sana .
Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.
------------1

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi.
Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.
Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling."
Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.

Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran McDonald's yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.

Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.

Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir ? Saat berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil!
Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.

Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang "tersenyum" kearah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima 'kehadirannya' ditempat itu.

Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan.

Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya 'tugas' yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya.

Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai didepan counter.

Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan.
Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir Nona."

Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan direstoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.

Tiba tiba saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka.. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua 'tindakan' saya.

Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan terpisah.

Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap "makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua."

Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah ber-kaca kaca dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya." Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata

"Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Allah juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian."

Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu
Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata "Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak-2ku! " Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan menyadari, bahwa hanya karena 'bisikanNYA' lah kami telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.

Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin 'berjabat tangan' dengan kami. Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap "Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami."

Saya hanya bisa berucap "terimakasih" sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu melambai-2kan tangannya kearah kami. Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2 'tindakan' yang tidak pernah terpikir oleh saya.
Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa 'kasih sayang' Allah itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!

Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini ditangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?" dengan senang hati saya mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.

Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya.
"Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu."

Dengan caraNYA sendiri, Allah telah 'menggunakan' diri saya untuk menyentuh orang dengan caraNYA sendiri, Allah telah 'menggunakan' diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: "PENERIMAAN TANPA SYARAT."

Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA!

Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, teruskan cerita ini kepada orang2 terdekat anda. Disini ada 'malaikat' yang akan menyertai anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita ini akan tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi sesama yang sedang membutuhkan uluran tangannya!

Orang bijak mengatakan: Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya 'sahabat yang bijak' yang akan meninggalkan JEJAK di dalam hatimu.

Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu! Orang yang kehilangan uang, akan kehilangan banyak, orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih banyak! Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya! Allah menjamin akan memberikan kepada setiap hewan makanan bagi mereka, tetapi DIA tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka, hewan itu tetap harus BERIKHTIAR untuk bisa mendapatkannya.

Orang-orang muda yang 'cantik' adalah hasil kerja alam, tetapi orang-orang tua yang 'cantik' adalah hasil karya seni. Belajarlah dari PENGALAMAN MEREKA, karena engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk bisa mendapatkan semua itu dari pengalaman dirimu sendiri. The end.

Friday, April 10, 2015

Keajaiban Dunia

Seorang Guru memberikan tugas kpd siswa-siswanya unt menuliskan 7 Keajaiban Dunia. Tepat sblm kelas usai siang itu, semua siswa diminta unt mengumpulkan tugas mereka masing². Seorang gadis kecil yg paling pendiam di kelas itu, mengumpulkan tugasnya plng akhir dgn ragu2. Tdk ada seorangpun yg memperhatikan hal itu.

Malamnya sang Guru memeriksa tugas siswanya. Sebagian besar siswa menulis demikian:

Tujuh Keajaiban Dunia :
1. Piramida.
2. Taj Mahal.
3. Tembok Besar Cina.
4. Menara Pisa.
5. Kuil Angkor.
6. Menara Eiffel.
7. Kuil Parthenon.

Lembar demi lembar memuat hal yg hampir sama. Bbrp perbedaan hanya terdapat pd urutan penulisan daftar tsb. Tapi guru itu trs memeriksa sampai lembar terakhir. Saat memeriksa lembar terakhir itu, sang Guru terdiam. Lembar terakhir itu milik si gadis kecil pendiam. Isinya seperti ini:

Tujuh Keajaiban Dunia :
1. Bisa Melihat.
2. Bisa Mendengar.
3. Bisa Menyentuh.
4. Bisa Disayangi & Menyayangi.
5. Bisa Merasakan.
6. Bisa Tertawa.
7. Bisa Berbicara.

Setelah duduk diam beberapa saat, sang Guru menutup lembaran tugas siswa-siswanya. Lalu menundukkan kepalanya berdoa, mengucap syukur unt gadis kecil pendiam di kelasnya, yg tlh mengajarkannya sebuah pelajaran hebat, yaitu : tidk perlu mencari sampai ke ujung Dunia unt menemukan keajaiban. Keajaiban itu ada disekeliling kita unt kita miliki & tak lupa unt kita syukuri..

Dikutip dari grup fb Ayah Edy

Saturday, May 30, 2009

Where Have I Been?

Semenjak pindah kerja, jadi jaraaang banget nengok MP lagi. Pun setelah di rumah pasang Speedy. Internet hanya sekedar untuk ber-email ria dan riset. Berbagai dinamika di sekolahalam Balikpapan turut menambah kesibukan. Walau hanya di yayasan, namanya sekolah baru ya semua bener-bener dikerjakan dengan resource yang terbatas.

Hingga beberapa hari lalu seorang teman kantor membawa sebuah buku, Mimpi Sang Garuda. Lho, ini pengarangnya khan Mas Benny. Maka teringatlah aku tempat yang terlupakan ini, hehehe....

Jadi kangen dengan tulisan Mas Benny yang amat produktif, atau foto-foto Mbak Inne yang subhanallah cantiknya, renungan-renungan dari Afifah yang sering bikin dahi berkerut, serta berbagai ilmu dan tips yang sering dibagi oleh seluruh kawan di Multiply. Yang jelas, lebih banyak ilmu yang bisa digali dari MP, dibanding FB

Kembali ke MP, berarti juga kembali belajar untuk menulis nih. Insya Allah, bertahap kudu mulai lagi deh...

Monday, September 15, 2008

Sekolah Alam Balikpapan


http://www.sekolahalambalikpapan.net
Sekolahalam yang pertama di Kalimantan, untuk tingkat SD. Baru berdiri di tahun ajaran 2008/2009, namun alhamdulillah sudah mendapatkan izin operasional dari Diknas.

Monday, July 28, 2008

Sekolah Alam Balikpapan


http://www.sekolahalambalikpapan.net
Blog Sekolah Alam Balikpapan. Ada juga yang di wordpress tapi untuk uploadnya lambat sekali dari Balikpapan. Akhrinya pilihan kembali lagi ke Multiply.

Wednesday, July 9, 2008

Amandel Hilmi

Setelah lama tertunda, akhirnya amandel Hilmi akan dioperasi. Sebenarnya sudah sejak April lalu dokter menyarankan untuk operasi, tetapi karena kondisi Hilmi yang masih sering sakit dan belum siap secara mental, maka operasinya ditunda.

Kali ini, Hilmi sendiri yang meminta amandelnya untuk diperiksa. Sejauh ini, alhamdulillah cukup tabah. Kemarin, di sela-sela banjir kami mengantarkan Hilmi ke RS Pertamina Balikpapan. Hasil tes lab dan x-ray bagus, sehingga Hilmi bisa langsung dioperasi. Tapi karena asuransi dari kantor di Jakarta belum bisa dihubungi jadi kami masih menunggu.

Kenapa asuransi kantor belum bisa dihubungi? Soalnya saluran Telkom dan Flexi se-Balikpapan mati! Katanya sih Kandatel Telkom kemarin sempat kemasukan air. Hingga saat ini telepon Flexi kami walaupun ada sinyal tetap tidak bisa dipakai untuk menelepon. Belum pernah banjir di Balikpapan jadi separah ini

Semuanya, doakan operasi Hilmi lancar ya...!

Diary Banjir (Jilid 3)




Banjir jilid 2, Sabtu lalu masih meninggalkan bekas. Lalu datanglah hari ini, Rabu, 9 Juli 2008.

Sejak sebelum subuh hujan teramat deras. Ketika hari mulai terang, aliran air di halaman rumah sudah bak sungai. Rumput yang biasanya masih terlihat sudah tergenang air.

Berangkat ke kantor pukul 08.00, sengaja agak siang karena hujan amat deras sejak dini hari baru berhenti pada jam itu. Daerah dekat sungai mulai tergenang. Dari kantor terus memonitor keadaan via telepon, sekitar jam 10 mendapat kabar bahwa rumah-rumah di seberang rumah Bapak-Ibu sudah rata dengan air.

Ternyata air naik dengan cepat, jam 11 Hilmi mengabarkan via telepon bahwa rumah Bapak sudah kemasukan air. Tak lama setelah telepon ditutup, Bunda juga mengabarkan hal yang sama. "Yah, air sudah masuk ke rumah Ibu. Ini sudah mulai angkat-angkat barang!" katanya.

Bergegas Ayah pulang ke rumah. Padahal saat itu hujan sudah berhenti, tapi di daerah Damai air masih naik. Dari Jln. Pupuk melihat ke bawah, daerah Jl. Mufakat sudah terendam. Bahkan ada rumah yang hanya terlihat atapnya saja.

Di rumah, guru-guru SA Bpn masih menyiapkan bahan ajar. Hanif-Hisyam juga ada di situ. Alhamdulillah karena agak tinggi insya Allah rumah tidak kebanjiran. Tapi di rumah Bapak, tetangga sudah mulai berdatangan membantu mengangkat barang-barang ke lapangan.

Banjir kali ini benar-benar besar. Rumah Bapak biasanya tidak pernah kemasukan air, paling tinggi hanya mendekati teras saja. Kali ini jalan Penegak benar-benar terendam air.

Kalau dulu Pemkot berdalih bahwa pemukiman liar di sepanjang sungai yang menyebabkan banjir, entah apa dalihnya kali ini. Padahal sudah jelas bahwa pengupasan lahan di sekitar Balikpapan Baru membuat hutan lebat jadi hilang. Belum lagi superblock yang dibangun di atas hutan mangrove. Mirisnya, Selasa lalu hutan di belakang rumahku juga mulai ditebangi. Entah mau dibangun apa oleh pemilik tanah :(

Kalau ini terus berlanjut, mungkin jilid 4 segera menyusul...

Tuesday, July 8, 2008

Banjir Ketiga dalam Satu Bulan!

Sabtu lalu banjir, sekarang banjir lagi 

Kombinasinya tetap sama, hujan deras sejak dini hari dipadu dengan pasang laut yang tinggi. Walhasil, banjir!

Ketika berangkat kerja tadi lihat rumah-rumah tetangga yang dekat sungai sudah tergenang air. Kasihan. Baru saja pulih dari banjir Sabtu lalu sekarang mereka harus angkat-angkat barang lagi. Padahal banjir Sabtu lalu cukup tinggi, lebih tinggi dari 2 minggu yang lalu. Makanya daerah genangannya juga luas. Nggak hanya kelurahan Damai. Sepinggan, Manggar, Gn. Samarinda, Batu Ampar juga kena. Rumah bapak-ibu yang dua blok di depan kami juga hampir kena. Airnya sudah hampir rata dengan teras.

Sekian laporan kami, nantikan berita selanjutnya dari kami.

Sunday, June 29, 2008

Kompleks Pertamina Balikpapan (Complete Set)




Bang Lendo terpesona banget ketika April lalu diajak melihat-lihat kompleks ini. Terutama pengolahan konturnya dan hutan yang dipertahankan alami di enclave tertentu. Makanya beliau minta foto-foto kawasan Pertamina ini.

"Kalau bisa sih ada gambar rancangan kawasannya," kata Kang Suhendi menirukan pesan Bang Lendo. Sayangnya kami belum bisa mendapatkan akses ke masterplan kawasan ini.

Thursday, June 26, 2008

Kompleks Pertamina Balikpapan




Bang Lendo terpesona banget ketika April lalu diajak melihat-lihat kompleks ini. Terutama pengolahan konturnya dan hutan yang dipertahankan alami di enclave tertentu. Makanya beliau minta foto-foto kawasan Pertamina ini.

"Kalau bisa sih ada gambar rancangan kawasannya," kata Kang Suhendi menirukan pesan Bang Lendo. Sayangnya kami belum bisa mendapatkan akses ke masterplan kawasan ini.

Friday, June 20, 2008

Balikpapan Banjir (Lagi)!




Hujan tadi malam derasss sekali. Itu katanya istri sih, aku gak dengar sama sekali. Pulas tertidur! :D

Pukul 07.30 setelah dari warung istriku mampir ke tempat Bapak-Ibu. Ibu bilang depan rumah banjir, sudah hampir rata dengan jalan. Wah, kalau banjirnya sampai di depan rumah berarti sudah parah donk! Soalnya rumah ibu tuh lokasinya agak tinggi.

Sampai di rumah, ketika istri cerita banjir aku langsung teringat bulan purnama tadi malam. Mungkin kombinasi antara hujan deras dan purnama yang menyebabkan air laut pasang tinggi menimbulkan banjir ini.

Alhamdulillah tadi sempat bantu teman-teman untuk kasih bantuan nasi bungkus ke warga yang kebanjiran. Sambil kasih bantuan, ketemu juga ama teman-teman wartawan. Ada Metro TV, Koran Tribun Kaltim, Koran Post Metro Balikpapan. Pas di jembatan PDAM ketemu juga dengan Pak Rizal, wakil walikota yang juga pembina Yayasan Hijau Borneoku.

Tuesday, June 17, 2008

Zzzz....

Mau begadang koq susah banget yak. Padahal dulu biasanya gampang aja. Tidur malam secukupnya, yang penting nyenyak. Sekarang koq susah...

Padahal, kerjaan perancangan lagi banyak. Banyak yang kudu dikerjain. Tapi mataku rasanya pengen zzz... zzz...z..