Saturday, May 30, 2009

Where Have I Been?

Semenjak pindah kerja, jadi jaraaang banget nengok MP lagi. Pun setelah di rumah pasang Speedy. Internet hanya sekedar untuk ber-email ria dan riset. Berbagai dinamika di sekolahalam Balikpapan turut menambah kesibukan. Walau hanya di yayasan, namanya sekolah baru ya semua bener-bener dikerjakan dengan resource yang terbatas.

Hingga beberapa hari lalu seorang teman kantor membawa sebuah buku, Mimpi Sang Garuda. Lho, ini pengarangnya khan Mas Benny. Maka teringatlah aku tempat yang terlupakan ini, hehehe....

Jadi kangen dengan tulisan Mas Benny yang amat produktif, atau foto-foto Mbak Inne yang subhanallah cantiknya, renungan-renungan dari Afifah yang sering bikin dahi berkerut, serta berbagai ilmu dan tips yang sering dibagi oleh seluruh kawan di Multiply. Yang jelas, lebih banyak ilmu yang bisa digali dari MP, dibanding FB

Kembali ke MP, berarti juga kembali belajar untuk menulis nih. Insya Allah, bertahap kudu mulai lagi deh...

Monday, September 15, 2008

Sekolah Alam Balikpapan


http://www.sekolahalambalikpapan.net
Sekolahalam yang pertama di Kalimantan, untuk tingkat SD. Baru berdiri di tahun ajaran 2008/2009, namun alhamdulillah sudah mendapatkan izin operasional dari Diknas.

Monday, July 28, 2008

Sekolah Alam Balikpapan


http://www.sekolahalambalikpapan.net
Blog Sekolah Alam Balikpapan. Ada juga yang di wordpress tapi untuk uploadnya lambat sekali dari Balikpapan. Akhrinya pilihan kembali lagi ke Multiply.

Wednesday, July 9, 2008

Amandel Hilmi

Setelah lama tertunda, akhirnya amandel Hilmi akan dioperasi. Sebenarnya sudah sejak April lalu dokter menyarankan untuk operasi, tetapi karena kondisi Hilmi yang masih sering sakit dan belum siap secara mental, maka operasinya ditunda.

Kali ini, Hilmi sendiri yang meminta amandelnya untuk diperiksa. Sejauh ini, alhamdulillah cukup tabah. Kemarin, di sela-sela banjir kami mengantarkan Hilmi ke RS Pertamina Balikpapan. Hasil tes lab dan x-ray bagus, sehingga Hilmi bisa langsung dioperasi. Tapi karena asuransi dari kantor di Jakarta belum bisa dihubungi jadi kami masih menunggu.

Kenapa asuransi kantor belum bisa dihubungi? Soalnya saluran Telkom dan Flexi se-Balikpapan mati! Katanya sih Kandatel Telkom kemarin sempat kemasukan air. Hingga saat ini telepon Flexi kami walaupun ada sinyal tetap tidak bisa dipakai untuk menelepon. Belum pernah banjir di Balikpapan jadi separah ini

Semuanya, doakan operasi Hilmi lancar ya...!

Diary Banjir (Jilid 3)




Banjir jilid 2, Sabtu lalu masih meninggalkan bekas. Lalu datanglah hari ini, Rabu, 9 Juli 2008.

Sejak sebelum subuh hujan teramat deras. Ketika hari mulai terang, aliran air di halaman rumah sudah bak sungai. Rumput yang biasanya masih terlihat sudah tergenang air.

Berangkat ke kantor pukul 08.00, sengaja agak siang karena hujan amat deras sejak dini hari baru berhenti pada jam itu. Daerah dekat sungai mulai tergenang. Dari kantor terus memonitor keadaan via telepon, sekitar jam 10 mendapat kabar bahwa rumah-rumah di seberang rumah Bapak-Ibu sudah rata dengan air.

Ternyata air naik dengan cepat, jam 11 Hilmi mengabarkan via telepon bahwa rumah Bapak sudah kemasukan air. Tak lama setelah telepon ditutup, Bunda juga mengabarkan hal yang sama. "Yah, air sudah masuk ke rumah Ibu. Ini sudah mulai angkat-angkat barang!" katanya.

Bergegas Ayah pulang ke rumah. Padahal saat itu hujan sudah berhenti, tapi di daerah Damai air masih naik. Dari Jln. Pupuk melihat ke bawah, daerah Jl. Mufakat sudah terendam. Bahkan ada rumah yang hanya terlihat atapnya saja.

Di rumah, guru-guru SA Bpn masih menyiapkan bahan ajar. Hanif-Hisyam juga ada di situ. Alhamdulillah karena agak tinggi insya Allah rumah tidak kebanjiran. Tapi di rumah Bapak, tetangga sudah mulai berdatangan membantu mengangkat barang-barang ke lapangan.

Banjir kali ini benar-benar besar. Rumah Bapak biasanya tidak pernah kemasukan air, paling tinggi hanya mendekati teras saja. Kali ini jalan Penegak benar-benar terendam air.

Kalau dulu Pemkot berdalih bahwa pemukiman liar di sepanjang sungai yang menyebabkan banjir, entah apa dalihnya kali ini. Padahal sudah jelas bahwa pengupasan lahan di sekitar Balikpapan Baru membuat hutan lebat jadi hilang. Belum lagi superblock yang dibangun di atas hutan mangrove. Mirisnya, Selasa lalu hutan di belakang rumahku juga mulai ditebangi. Entah mau dibangun apa oleh pemilik tanah :(

Kalau ini terus berlanjut, mungkin jilid 4 segera menyusul...