Showing posts with label ide. Show all posts
Showing posts with label ide. Show all posts

Thursday, June 29, 2006

[Ide Usaha] Pembuatan Software Gratis



Mau beramal banyak dengan sekali kerja? Buatlah software yang dibutuhkan banyak orang dan gratis! Inilah yang beberapa kali telah kami coba lakukan dengan bendera Media Jifisa.

Software pertama yang kami coba buat dengan lisensi freeware (software yang didistribusikan secara gratis) adalah software kamus Arab-Indonesia-Inggris. Pembuatan sebuah kamus membutuhkan sumber daya yang tidak main-main, harus berkompeten di bidangnya. Padahal kami hanya orang-orang teknis, bukan santri kualitas wahid yang cas cis cus dalam berbahasa Arab. Bagaimana mensiasatinya?

Pertama terpikir oleh kami, untuk menyalin seluruh isi kamus Al-Munawwir dari Krapyak, Yogya itu. Kamus ini cukup lengkap, dan banyak dipakai sebagai kamus standar bagi pembelajar bahasa Arab di Indonesia. Namun kemudian terpikir oleh kami bahwa pasti perlu izin dari penyusunnya. Selain itu kami sebenarnya ingin proyek ini menjadi amal jama'i, kami ingin memberi kesempatan banyak pihak untuk beramal melalui pembuatan software ini. Pada akhirnya, pemikiran kedua inilah yang lebih kuat, dan terus terbawa dalam pikiran kami.

Maka mulailah kami menyusun sebuah proposal, dan diajukan kepada pondok-pondok pesantren yang kami kenal, juga ma'had-ma'had dirosah, ditambah lagi beberapa yayasan yang bergerak dalam bidang keislaman. Kami ajak mereka untuk bersama menyusun software kamus ini. Tentu kami telah siapkan sebuah software "kosongan" yang siap untuk diisi dengan database kata-kata, kami juga telah menyiapkan segenap perangkat aturan untuk memastikan setiap lembaga melaksanakan tugasnya.

Rencana yang sedemikian matang tersebut kini mangkrak. Ternyata cukup sulit menyatukan sekian banyak lembaga dalam proyek dakwah ini. Salah satu kendalanya adalah kurangnya tenaga dari lembaga mitra yang menguasai teknologi komputer dan internet. Kendala lain yang menyedihkan adalah adanya arogansi lembaga tertentu yang tidak mau terlibat apabila lembaga A turut diajak dalam proyek ini. Satu potret menyedihkan dari umat Islam

Software kedua yang saat ini sedang kami upayakan untuk dapat terlaksana adalah software hadits. Masih dengan semangat yang sama untuk mengajak banyak pihak beramal jama'i, kali ini kami mencoba melayangkan sasaran pada orang per orang, bukan lagi lembaga. Mungkin telah banyak kitab hadits dalam bentuk software yang beredar di Internet, baik yang bersifat freeware/gratis maupun berbayar. Namun, sedikit sekali -kalau bisa dikatakan tidak ada- software hadits yang berbahasa Indonesia.

Beberapa kekhawatiran masih menggelayut di benak kami, namun kami tetap melangkah maju. Harapan kami hanyalah agar karya software ini dapat menjadi amal jariyah yang terus berguna bagi orang banyak, kelak.

Juragan Ide: Nono Setiawan, Bayu




Tuesday, June 27, 2006

[Ide Usaha] Pengolahan Bambu



Bambu sebenarnya tanaman yang potensial sekali untuk menggantikan peran kayu dalam bangunan. Keunggulan utamanya adalah bisa dibudidayakan serta mempunyai kemampuan untuk tumbuh dengan sangat cepat. Ini berbeda dengan kayu yang memiliki waktu lama untuk tumbuh besar.

Sayangnya, di Balikpapan potensi bambu belum dimanfaatkan secara baik. Penggunaan bambu sebagai komponen rumah tradisional sangat minim apabila dibandingkan dengan daerah Jawa atau Sumatera. Mungkin karena banyaknya pohon kayu yang tumbuh di daerah Kalimantan ini. Melimpahnya kayu berukuran besar membuat bambu menjadi seakan bahan kelas dua dalam pembuatan rumah. Anggapan tersebut tidak mengherankan, karena bambu apabila tidak diawetkan jarang bertahan lama. Bambu yang tidak diawetkan sangat rentan serangan rayap, serangga bubuk kayu kering, serta jamur.

Daerah Balikpapan dengan curah hujan yang cukup tinggi sehingga hampir tidak mengenal musim sebenarnya juga banyak menghasilkan bambu. Namun pemanfaatannya masih sangat tradisional, seringkali bahkan tanpa pengawetan. Apabila di daerah perkotaan di Jawa bambu banyak digunakan sebagai perancah konstruksi bangunan, tidak demikian halnya dengan di Balikpapan. Bahkan untuk perancah para tukang menggunakan potongan-potongan kayu dan papan, atau paling tidak kayu gelam.

Padahal, bambu sebagai bahan konstruksi memiliki keunggulan yang tidak kalah dengan kayu biasa. Kekuatannya tinggi, fleksibel sehingga mudah untuk membuat konstruksi dengan bentuk lengkung, serta dapat dimanfaatkan untuk banyak produk olahan. Misalnya anyaman, papan bambu laminasi (seperti triplek), parket, perangkat makan, dan sebagainya.

Oleh karena itu, optimalisasi bambu sebagai bahan bangunan di Balikpapan perlu diakselerasi. Salah satu caranya adalah dengan menyiapkan prasarana berupa fasilitas pengolahan atau pengawetan bambu. Fasilitas ini merupakan langkah mutlak agar bambu dapat berdaya guna dalam jangka waktu lama.

Metode pengawetan bambu di Indonesia terdiri dari pengawetan alami dan kimiawi. Untuk pengawetan alami, bambu direndam selama 4-12 minggu dalam air mengalir. Setelah itu diangkat dan dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. Selama pengeringan bambu disimpan dalam posisi horizontal agar tidak bengkok. Metode ini kurang sesuai untuk diterapkan di Balikpapan karena Balikpapan tidak banyak memiliki aliran sungai.

Metode yang mungkin cocok untuk diterapkan di Balikpapan adalah metode kimiawi seperti pengasapan, pemanasan, serta pengecatan bambu dengan cat lapisan khusus untuk mencegah rayap. Metode pengasapan merupakan metode yang paling menarik. Metode ini banyak dipakai di daerah Amerika Selatan. Bambu diasapkan dalam posisi vertikal dengan menggunakan cairan resin bambu sehingga tidak mudah diserang rayap.

Juragan ide: Bayu